Rabu, 22 September 2010

SURAT CINTA UNTUK NENEK CANTIK

Papa tidak tahu bagaimana harus bicara pada mama. Papa tahu, mama tidak pernah tertarik untuk membicarakan masalah ini. Setiap papa mencoba bicara, mama selalu menghindar, mengalihkan, menyangkal dengan berbagai alibi, tersinggung dan sering kali naik darah.
Kadang papa berfikir, mungkin seharusnya papa bicara sama orang lain saja, bukan sama mama.  Sebenarnya papa pesimis mama mau merespon secara positif, tapi papa ingin mencoba sekali lagi bicara, siapa tahu mama bersedia berbagi dan syukur-syukur berubah.
Terus terang, papa sangat tertekan dengan pola hidup dan kehidupan asmara kita selama ini.
PERTAMA: Sikap mama selalu penuh ketegangan yang membuat hidup kita terasa penuh tekanan. 
Papa menyaksikan mama selalu menyambut pagi dengan wajah tegang dan keluh kesah. Setelah itu, dengan wajah tegang pula buru-buru ke sekolah.
Sepanjang hari mama mondar-mandir seperti tak sabar, tak puas melihat kinerja semua pegawai. Sesekali mama keluar masuk rumah, melakukan ini dan itu dengan wajah tegang.
Sore hari, mama pulang ke rumah dalam keadaan kelelahan. Praktis hingga malam hari  papa hanya melihat wajah cantik mama ber-make up kelelahan, tampak lusuh tanpa daya.
Wajah cantik dan tubuh molek yang sangat papa kagumi itu tergolek lemas tanpa daya, tanpa gairah. Itupun sering masih ditambah sikap BT kalau anak-anak kita kadang rewel.
Di mataku, mama adalah wanita tercantik dengan tubuh paling menggoda. Tapi gairahku selalu sirna melihat tubuh molek itu seolah tanpa jiwa. Ketertarikanku, hasratku dengan mudah pudar oleh sikap dingin yang seakan tak menyimpan gairah untuk bercinta dan menikmati hidup.
Papa tahu, mama merasa tidak ada yang salah dengan semua itu, tapi tidak demikian buat papa. Papa ingin hidup kita lebih mengasyikkan, penuh semangat, penuh gairah dan semua terasa indah.
KEDUA: Papa kian tidak nyaman dengan hubungan kita sebagai suami-istri yang semakin hari terasa kian tidak harmonis.
Papa sudah sering mengatakannya, tapi tidak pernah direspon mama, tetap saja tidak ada yang berubah. Papa merasa hubungan kita kian hambar dan tak bermakna.
Sudah sekitar 3 tahun kita pisah ranjang di usia pernikahan yang seharusnya memasuki masa-masa paling hangat. Kita kian jarang bercinta. Belum tentu seminggu, bahkan sebulan sekali kita bercinta, bahkan sekedar menghabiskan bercengkerama berdua.
Sepertinya mama menganggap kita masih baik-baik saja. Mama sepertinya merasa telah melayani kebutuhan papa lebih dari cukup. Mama tidak mau tahu bahwa papa merasa sebaliknya. Mama sama sekali tidak menganggap kita sedang bermasalah, apalagi berusaha memperbaikinya.
Buat papa ini sangat menyedihkan dan menyiksa. Rasanya seperti menikahi nenek cantik yang sudah menopouse, yang tak merasa butuh bercinta, yang hanya butuh dibantu dan ditemani.
Yang perlu mama tahu, punya 4 orang anak bukan ukuran bahwa kebutuhan sexual tercukupi. Agar mama hamil, kita hanya perlu satu kali hubungan sex saja. Sedang untuk memenuhi kebutuhan batin, yang kita lakukan selama ini jauh dari mencukupi.
Papa masih terlalu sehat untuk jalani kehidupan seperti ini. Papa haus kehangatan wanita dan menikmati hidup seperti pasangan seusia kita.
KETIGA: Bertahun-tahun papa mencoba mengerti kondisi mama. Papa berusaha menyukuri keadaan mama sebagai wanita istimewa, berbeda dari perempuan kebanyakan.
Mama adalah wanita yang “terlalu baik”, yang tidak mudah tergoda oleh hasrat sex. Mama “terlalu bersih”, sampai-sampai tidak memiliki fantasi romantis dalam bercinta yang mampu mewarnai kehidupan sexual kita.
Sebenarnya mama wanita normal, tapi hasrat, gairah dan sensitivitas mama telah dimatikan oleh pola pikir yang menganggap sex sebagai sesuatu yang memalukan, kurang penting dan bisa diabaikan. Mama bahkan kelihatan risih untuk sekedar membicarakannya.
Akibatnya, mama terlalu dingin dalam bercinta. Kehidupan sexual kita jadi sering terasa hambar, sering mengecewakan, kurang mengasyikkan, dan terlalu jarang.  
Mama kehilangan sensitvitas bercinta, tidak mudah terangsang, tidak tanggap pada ajakan bercinta, dan hampir-hampir tidak pernah mengalami beratnya menahan hasrat yang menggebu.
Selalu butuh energi luar biasa untuk membuat mama siap bercinta. Satu-satunya saat di mana mama bergairah dan siap bercinta hanyalah saat mahkota mama dikulum papa.
Mama terlalu enggan untuk memahami kebutuhan papa sebagai laki-laki. Meski mama tahu papa sering bilang tidak puas, tapi mama seperti tidak peduli. Mama seperti sama sekali tidak bisa merasakan seperti apa dan seberapa berat apa beban batin yang papa alami. Mama tak pernah kelihatan menyesal atau merasa bersalah karena menolak ajakan bercinta.  
Mama belum punya empati, hingga tidak bisa merasakan betapa berat rasanya menahan hasrat. Mama tidak tahu kan seberapa sering, kapan saja, di mana saja dan bagaimana saja cara bercinta yang papa butuhkan?
Mama kelihatan belum merasa butuh untuk memuaskan diri mama sendiri, apalagi memuaskan papa. Mama kelihatan belum benar-benar menikmati dan menganggap bercinta sebagai kebutuhan. Makanya, mama tidak pernah berinisiatif mengajak papa bercinta karena keinginan mama sendiri.
Sikap mama setiap bercinta masih kurang mengasyikkan, kaku, tidak luwes, seperti baru pertama kali melakukannya. Selain itu, selalu ada ribuan alasan, aturan, dan hal-hal yang mama khawatirkan setiap kali bercinta.
Seperti sejak awal menikah dulu. Mama biasa enggan bercinta hanya karena malu kelihatan habis keramas, ada banyak orang, korden terbuka dan sebagainya. Rasa malu, kuatir ini dan itu, serta berbagai hal terlalu mudah mengalahkan kebutuhan untuk bercinta.
Mama memang selalu bilang siap bercinta, tapi kenyataannya wajah mama yang kusut, ngantuk dan tidak bergairah itu sama sekali tidak mendukung yang mama ucapkan. Mama masih dengan mudah menolak, mendiamkan, bahkan menganggap aneh ajakan papa untuk bercinta.
Papa sering mencoba menggoda mama, tapi tidak ada respon berarti. Sepertinya yang papa goda cuma tubuh mama, sedangkan hati dan pikiran mama entah ada di mana.
Yang paling menjengkelkan, mama terlalu membatasi saat bercinta dengan waktu, tempat, keadaan dan aturan. Seolah mama tidak peka, tidak sadar bahwa sikap itu sangat mengecewakan dan membunuh gairah.
Mama sering bilang, “Cepetan, keburu ngantuk”, “jangan sekarang”, “jangan di sini”, “ini bukan bolliwood”. Mama seperti tidak tahu, bahwa itu artinya mama tidak membutuhkan. Kalaupun mama mau, mama hanya melayani papa, padahal papa tidak butuh pelayan. Papa butuh seseorang yang membutuhkan papa. 
KEEMPAT:  Sejak menikah papa merasa kesulitan bicara dengan mama dari hati ke hati tentang masalah pribadi semacam ini.
Mama selalu bersikap reaktif setiap kali menanggapi pembicaraan. Mama biasanya langsung menolak, menentang balik apa yang papa bicarakan atau minimal diam saja. Ini membuat papa sering merasa kurang nyaman kalau bicara dengan mama.
Dengan sangat terpaksa papa sering memilih bicara dengan orang lain yang mau mendengar dan mengerti keluhan papa. Untung saja, sejauh ini belum terjadi apa-apa antara papa dan mereka.
Sering pula terbersit di pikiran papa untuk menyalurkan hasrat di luar sana, tapi sampai hari ini secara mental papa belum siap melakukannya. Kalau sudah benar-benar tak tahan, papa memilih masturbasi, sebuah kebiasaan yang justeru sering papa lakukan sejak menikah.
Tentu bukan ini yang papa inginkan. Papa ingin mama, bukan orang lain, bukan ilusi papa sendiri. Tapi kalau mama memang tak mungkin berubah, sepertinya ini satu-satunya pilihan.
KELIMA: Setelah menikah sekian lama, papa ingin kita bisa memperbaiki pola hidup dan kehidupan asmara kita selama ini.
Pertama, papa ingin wajah anggun mama tidak diselubungi dengan ketegangan demi ketegangan. Papa ingin melihat mama lebih rilex, penuh gairah dan menikmati hidup.
Papa tidak ingin melihat wajah kusut dan kelelahan itu. Papa tidak ingin berada di dekat tubuh indah tanpa jiwa.
Kedua, papa ingin mama memahami betapa selama ini papa merasa tersiksa oleh hasrat yang lebih banyak tertahan.
Papa ingin mama bersedia membicarakan dari hati ke hati, belajar memahami dan menerima kenyataan bahwa kebutuhan laki-laki seperti papa tidak seperti yang mama pikirkan.
Yang mama berikan pada papa selama ini masih jauh dari cukup. Gairah papa muncul sewaktu-waktu, sejak bangun tidur hingga tertidur kembali.
Papa selalu merasa sangat tertekan, suntuk, dan pikiran terasa buntu setiap kali hasrat itu muncul dan mama tak berminat menyapanya. Papa merasa sangat kecewa dan menderita setiap kali mama menolak dan tidak mempedulikannya.  
Papa ingin bisa bercinta dengan mama setiap saat, tanpa batasan waktu, tempat atau keadaan. Bahkan saat mama menstruasi, papa berharap mama bisa bantu menyalurkan hasrat papa dengan semua cara yang mama bisa.
Papa tahu, tak mudah buat mama untuk berubah, tapi papa yakin mama bisa, mama cuma tidak biasa, dan belum bisa menganggapnya penting. Papa yakin mama tak keberatan untuk bicara, dan kita perbaiki kehidupan kita bersama-sama. 

Kamis, 16 September 2010

SELAMAT MENIKMATI ISTRIKU, MAS ZAENAL !!!

Sesaat setelah parkirkan mobil, aku langsung jalan ke stadion Jombang untuk membeli rokok. Sedangkan istriku langsung masuk rumah di Anik. Pedagang rokok agak jauh dari rumah di Anik, sehingga butuh waktu yang lumayan lama untuk sampai kembali ke rumah di Anik.
Saat sampai kerumah di Anik, aku lihat istriku sedang telepon seseorang dengan wajah ceria. Spontan dia berlari ke belakang sambil meneruskan telponnnya. Dik Anik kelihatan cengar-cengir dan salah tingkah dengan kedatanganku. "Sopo? Zaenal, ta?" tanyaku to the poin. Dik Anik hanya tersenyum. 
"Sampeyan nggak marah, mas?"
"Buat apa?" tanyaku santai.
"Sampeyan itu sabar banget, ya mas? Kalau aku pasti sudah jadi masalah. Bahkan berteman dengan orang yang ada hubungannya dengan mantanku saja tidak boleh" Jelasnya.
Aku diam tak menanggapi. Aku memilih menghisap rokokku dalam-dalam, menenangkan perasaanku yang mulai berantakan. Lama sekali istriku telepon, dan baru keluar beberapa saat setelah aku tanya kapan pulang.
Aku sendiri berusaha bersikap semanis mungkin pada istriku dan dik Anik. Aku bersikap seolah tak ada apapun yang terjadi. Hingga kami sampai ke rumah kembali, aku tak banyak bisa menanggapi saat istriku berusaha banyak bicara. Aku tahu dia berusaha menutupi rasa gugupnya, tetapi wajahnya tak bisa sembunyikan kebahagiaan hatinya.
Aku mencoba membuka phone record handpone istriku saat dia ke kamar mandi. Rupanya Mukhlisoon orang yang telepon siang tadi. Di rekaman SMS juga terlihat beberapa kali istriku kontak lelaki yang sebenarnya bernama Zaenal itu.
Istriku buru-buru menyahut handphone sesaat setelah keluar kamar mandi. Sejak saat itu, dia terus menggenggam benda itu ke manapun. Bahkan saat tidur, dia menyimpannya di bawah bantal. 
Aku tahu itu pertanda dia menyembunyikan hubungan dia dengan seseorang di luar sana, tapi aku tak mau berbuat apa-apa. Aku justeru berpura-pura tidak tahu. Apalagi setelah itu dia pasti merayuku, mengajakku bercinta yang luar biasa.
Aku mencoba menikmati layanan bercinta yang luar biasa, meski hatiku terasa sangat perih terluka. Aku merasa hanya jadi pelampiasan cintanya pada lelaki itu, meski mungkin dia hanya berusaha menutupi affairnya. Aku berusaha menikmati percintaan itu, meski di sisi lain rasa cintaku padanya sudah berakhir ini. ini. Andai bukan karena anak-anak, sungguh aku tak ingin lagi bersamanya.
Air mataku terus mengucur deras semalaman di depan komputer. Aku browsing sana-sini hanya dengan satu tujuan. Aku butuh perangkat penyadap dan aku menemukannya.
Aku berusaha menata sikapku meski hatiku benar-benar telah hancur berkeping-keping. Aku tahu lelaki itu selalu dia rindukan dan sekarang dia semakin nyaman menikmati pesona cintanya lagi. Aku tak henti berguman, Selamat datang Zaenal. Selamat menikmati istriku. 

Sabtu, 31 Juli 2010

PERBEDAAN RASA VAGINA CEWEK RAMPING DAN MONTOK

Cewek ramping memberi kesan menarik bagi kebanyakan cowok. Itu sebabnya banyak pria mendambakan cewek ramping sebagai pasangan dibanding cewek montok. Pengaruh media dan dunia fashion sangat berpengaruh pada obsesi cewek ideal bagi cowok.
Padahal secara natural sebenarnya cewek montok memiliki daya tarik yang tidak kalah besar bagi banyak cowok. Bagi cowok yang berhasrat sexual tinggi, dan terutama yang pernah merasakan nikmatnya ML, cewek montok biasanya lebih membuat dada berdesir dibanding ramping. 
Tipe mana yang lebih enak dalam bercinta, tergantung pada selera masing-masing orang. Yang jelas, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Adapun beda rasa vagina cewek ramping dan montok adalah sebagai berikut.
1.  Ketatnya Jepitan
Jepitan vagina cewek ramping biasanya terasa lebih ketat dan keras, sebab ketebalan kulit vagina dari tulang kemaluan tipis. Jepitan cewek ramping saat masih perawan biasanya terasa seperti jepitan jari tangan, ketat dan kerasnya terasa. Hanya saja, setelah punya anak jepitan tersebut biasanya tak terasa lagi, dan vagina cewek ramping terasa longgar, bahkan kurang berasa, kecuali dioperasi lagi dengan vaginoplasti. 
Jepitan vagina cewek montok biasanya terasa lebih lembut dan kenyal. Vagina cewek montok terasa seperti balon karet yang kenyal. Vagina terasa sempit karena pembengkakan vagina lebih besar dan mempersempit lubang kemaluannya.
2.  Kehangatan
Vagina cewek ramping biasanya tak begitu hangat, meski sedang terangsang. Cairan pelumas yang keluar biasanya juga tidak terlalu banyak, sehingga kadang cewek merasa kesakitan.
Vagina cewek montok biasanya terasa hangat. Selain karena ketebalan lemah atau daging vagina, cairan vaginanya biasanya juga banyak, bahkan kadang sampai meleleh keluar, karena terlalu banyak. 
3.  Rangsangan Vagina
Vagina cewek ramping relatif tidak mudah terangsang, karena mungkin kadar cairan tubuhnya yang relatif lebih sedikit. Tanda keterangsangan cewek relatif hanya tampak pada keluarnya cairah, tetapi perubahan vaginanya tak begitu jelas. Meski demikian, vagina tetap terasa nikmat karena kesan menarik sang cewek.
Vagina cewek montok lebih mudah terasangsang, karena mungkin kadar cairan tubuhnya berpengaruh pada kadar hormonalnya. Perbedaan vaginanya saat terangsang dan tidak sangat berbeda, dan terasa dampaknya. Saat terangsang, vagina cewek montok terasa sekali rasanya. 
4.  Denyut Vagina
Vagina cewek langsing biasanya terasa pasif, sebab perubahan dari terangsang dan tidak kurang begitu terasa. Berbeda dari cewek montok, di mana denyut vagina terasa sekali, terutama saat menjelang orgasme.
5.  Orgasme Vagina
Vagina cewek langsung biasanya relatif sulit orgasme. Pandanga cewek langsing terhadap sex, serta hormon-hormon seksualnya, relatif membuat cewek sulit mencapai orgasme yang sesungguhnya.
Hal ini sedikit berbeda dari vagina cewek montok yang biasanya relatif lebih mudah orgasme. Membuat pasangan orgasme memberi kepuasan tersendiri bagi cowok. Itu sebabnya, banyak pria yang tampak tetap sayang pada istrinya yang bertubuh bombastis.

GELAGAT ISTRIKU

Sejak beberapa bulan lalu istriku sering sekali telepon dan SMS dengan teman-temannya, terutama teman SMA dan teman kuliahnya. Dia begitu girang dapat mengumpulkan nomor teman-temannya. Apalagi sejak ada rencana reuni, dia begitu bersemangat menyambutnya. 
Sebentar-sebentar dia pasti telpon atau ditelpon teman-temannya. Satu di antara nomor yang mulai sering dia telpon adalah 085755184308. Di HP dia nomor ini dia kasih nama Muhlisoon, tepat di bawah nomor Muhlison.
Aku jadi ngerti kenapa dia selalu ngotot punya nomor mentari, padahal hanya beberapa temannya yang pake nomor mentari. Selain tarifnya murah meriah, nomor ini rupanya dia butuh berlama-lama telepon dengan  Zaenal, lelaki asal pasuruan yang pernah dia pacari.
Aku tak tahu pasti apakah saat reuni kemarin mereka janjian, tetapi feelingku jelas menunjukkan kalau Zaenal ada di sana. Meski itu reuni fakultas Pertanian Unisma Malang, sementara Zaenal dari fakultas peternakan, mereka bukan mustahil ketemu.
Soalnya istriku ngotot aku tak boleh ikut masuk kampus. Dia berusaha keras agar aku mengajak anak-anak ke tempat lain, dan menyusulnya di rumah Nur. Dia benar-benar menganggapku bodoh, tapi persetan dengan yang dia lakukan.
Melihat nomor ini sudah lama bertengger di HP dia, sepertinya ini bukan pertama kalinya dia rajin telepon dan SMS lelaki itu. Setiap hari raya aku lihat dia kontak nomor ini dari phone record-nya.
Ternyata diam-diam istriku menjalin hubungan dengan lelaki itu. Ternyata instingku tidak keliru. Aku menikahi seseorang yang sebenarnya tak bisa lepas dari masa lalunya. Menyakitkan, tapi hidup harus terus dijalani. Sudah ada 4 anak hadir di pernikahanku, dan mereka tak boleh jadi korban dari semua ini.