Selasa, 13 Oktober 2015

MIMPI BASAH TERINDAH DENGAN MANTAN PACAR

Akhir-akhir ini aku merasa kamu menjauhiku. Kamu seperti enggan menanggapi sapaanku.  Sepertinya kamu marah padaku, entah karena apa aku tak tahu. Jujur, aku sangat gelisah sejak saat itu. Berat bagiku bila kau lepas aku dari hatimu. 
Beberapa waktu lalu kau bilang sedang sakit, dan seperti sebelumnya kamu seperti malas menanggapi pertanyaanku. Sedikit kabar itu membuatku tak henti memikirkanmu. Aku sungguh ingin tahu apa yang sesungguhnya terjadi padamu.
Kegundahaan itu terus terbawa dalam tidurku. Aku ingin menjengukmu. Aku ingin sekali memastikan keadaanmu. Dengan langkah ragu akupun memberanikan diri mendatangi rumahmu.  Aku merasa teramat canggung saat bertemu keluargamu, bahkan saat mereka mengantarku ke dalam bilik pembaringanmu.
Aku heran mereka meninggalkanku di kamar itu, dan hanya berdua denganmu. Beberapa saat aku menatapmu yang tidur terkulai di hadapanku. Aku begitu sedih melihatmu terbaring lemah siang itu. 
Dengan menahan takut dan ragu perlahan aku beranjak mendekatimu lalu kucium lembut keningmu. Aku terkejut saat tiba-tiba saja kau membuka mata dan sembari tersenyum menatapku.  Aku begitu bahagia setelah sekian lama berpisah kulihat lagi senyum manismu itu.
“Sudah lama, mas?” sapamu sembari memegang jemariku.
“Baru saja” Jawabku lirih sembari tak henti menatap wajahmu.
“Aku kangen” Ucapmu dengan suara lirih berdesah.
“Aku juga, dik” Sahutku menanggapi, dan tiba-tiba kamu bangkit dari tidurmu, lalu mendekap tubuhku. Akupun mendekapmu dengan penuh kasih. 
Sekilas ada rasa kuatir menyelinap di dadaku saat memelukmu selaksa sepasang kekasih yang lama tak bertemu. Aku bingung, bagaimana mungkin aku memelukmu, di rumahmu, sementara seseorang telah memilikimu di rumah itu. 
Akupun perlahan melonggarkan dekapanku. Aku kuatir suamimu atau keluargamu masuk kamar itu, tapi kamu malah kian erat merengkuhku. “Mas...” Bisikmu menahanku. Kitapun kembali saling merengkuh erat seakan tak akan kita lepaskan selamanya.
Tanpa terasa bibir kita saling melumat lembut, hingga nafas kita saling beradu. Beberapa lama kita tenggelam sangat dalam gelora kehangatan itu, hingga tanda kusadari tanganku telah menyingkap selimutmu, dan kurasakan tanganmu membuka resleting celanaku. 
Sesaat kemudian kau menarik tubuhku hingga menindihmu, dan kitapun menyatu, menumpahkan segenap cinta kasih yang sekian lama terpisah jalan hidup. Sesekali kau mendesah lembut sembari memanggilku, “Mas..., mas... Aku sayang kamu...”
Akupun tak henti membisikkan perasaanku, “Aku sayang banget sama kamu... Aku sayang kamu...” Bisikku di sela desahan nafas yang tak mampu kutahan. Jemarikupun seakan tak mampu kukendalikan, dan tak henti merayapi, menjelajahi setiap lekuk tubuhmu.
Entah berapa lama aku dan kamu terbuai biduk kerinduan itu, hingga tiba-tiba tubuh kita saling mengejang menggelinjang. Desir kenikmatan berpadu kasih sayang menggetarkan sekujur nadiku, membuatku mengerang menahan hasrat yang kian menggebu. Perlahan dan kian cepat gairahku memuncak, hingga akhirnya hasratku meledak hebat seiring laju air cinta yang menyembur deras ke dalam rahimmu. “Dik... Oh...” Lega rasanya menumpahkan seluruh dendam hasratku pada dirimu, dan kamupun memeluk erat tubuhku. 
Sejanak tubuhku lunglai di atas tubuhmu. Kubiarkan diriku bermanja dalam dekapanmu. Kulihat wajahmu tampak bahagia di pelukanku, hingga suara ketukan pintu kamar mengagetkanku, dan memaksaku melompat dari peraduan kita siang itu. 
Sembari membetulkan letak resleting celanaku, dengan tergesa-gesa aku kembali duduk di sofa kamarmu. Aku berusaha tenang saat ibu dan suamimu masuk ke kamar itu. Aku berpura-pura tak terjadi apa-apa di antara kita .
“Lho, sudah keringatan” Celetuk ibumu saat melihatmu, seakan mereka tak curiga pada semua yang baru saja terjadi di antara kita.
“Tadi dia lemah sekali, mas” Jelas ibumu dan aku hanya mengangguk malu, karena celanaku basah kuyup oleh cairan asmara. Aku sendiri heran mengapa begitu banyak cairan itu. Aku heran, bagaimana mungkin sperma itu tumpah dan tak tertampung rahimmu.  Aku sangat kuatir mereka tahu. 
Akupun berusaha segera berpamitan pada ibumu, tapi aku sangat-sangat kaget dan takut saat tiba-tiba saudaramu menegurku dengan nada heran. “Lho mas, kok basah celananya?” Celetuknya sembari memegangi celanaku. 
“Lho, ini kan sperma?” Celetuknya lagi.
“Kamu ngapain?” Lanjutnya sembari terus mengguncang-guncang tubuhku.
Aku benar-benar bingung dan tak tahu harus menjawab apa. “Mas.... Kok banyak sekali spermanya, kamu habis ngapain?” Ucapnya lagi sembari menarik-narik celanaku, dan saat itulah aku membuka mata. Ya, aku terbangun dan melihat isteriku keheranan melihat celanaku benar-benar basah karena mimpi basah di sofa depan TV.
“Kamu mimpi basah, ya?” Ayo, mimpi sama siapa?” Lanjut isteriku.
Aku sempat nggak enak hati sama isteri yang terus menginterogasi, tapi lega karena mendapati semua hanya mimpi.  Mimpi terindah yang ingin selalu kuulangi, bahkan ingin kurasakan di alam nyata bersamamu.

MIMPI BASAH TERINDAH DENGAN MANTAN PACAR

Akhir-akhir ini aku merasa kamu menjauhiku. Kamu seperti enggan menanggapi sapaanku.  Sepertinya kamu marah padaku, entah karena apa aku tak tahu. Jujur, aku sangat gelisah sejak saat itu. Berat bagiku bila kau lepas aku dari hatimu. 
Beberapa waktu lalu kau bilang sedang sakit, dan seperti sebelumnya kamu seperti malas menanggapi pertanyaanku. Sedikit kabar itu membuatku tak henti memikirkanmu. Aku sungguh ingin tahu apa yang sesungguhnya terjadi padamu.
Kegundahaan itu terus terbawa dalam tidurku. Aku ingin menjengukmu. Aku ingin sekali memastikan keadaanmu. Dengan langkah ragu akupun memberanikan diri mendatangi rumahmu.  Aku merasa teramat canggung saat bertemu keluargamu, bahkan saat mereka mengantarku ke dalam bilik pembaringanmu.
Aku heran mereka meninggalkanku di kamar itu, dan hanya berdua denganmu. Beberapa saat aku menatapmu yang tidur terkulai di hadapanku. Aku begitu sedih melihatmu terbaring lemah siang itu. 
Dengan menahan takut dan ragu perlahan aku beranjak mendekatimu lalu kucium lembut keningmu. Aku terkejut saat tiba-tiba saja kau membuka mata dan sembari tersenyum menatapku.  Aku begitu bahagia setelah sekian lama berpisah kulihat lagi senyum manismu itu.
“Sudah lama, mas?” sapamu sembari memegang jemariku.
“Baru saja” Jawabku lirih sembari tak henti menatap wajahmu.
“Aku kangen” Ucapmu dengan suara lirih berdesah.
“Aku juga, dik” Sahutku menanggapi, dan tiba-tiba kamu bangkit dari tidurmu, lalu mendekap tubuhku. Akupun mendekapmu dengan penuh kasih. 
Sekilas ada rasa kuatir menyelinap di dadaku saat memelukmu selaksa sepasang kekasih yang lama tak bertemu. Aku bingung, bagaimana mungkin aku memelukmu, di rumahmu, sementara seseorang telah memilikimu di rumah itu. 
Akupun perlahan melonggarkan dekapanku. Aku kuatir suamimu atau keluargamu masuk kamar itu, tapi kamu malah kian erat merengkuhku. “Mas...” Bisikmu menahanku. Kitapun kembali saling merengkuh erat seakan tak akan kita lepaskan selamanya.
Tanpa terasa bibir kita saling melumat lembut, hingga nafas kita saling beradu. Beberapa lama kita tenggelam sangat dalam gelora kehangatan itu, hingga tanda kusadari tanganku telah menyingkap selimutmu, dan kurasakan tanganmu membuka resleting celanaku. 
Sesaat kemudian kau menarik tubuhku hingga menindihmu, dan kitapun menyatu, menumpahkan segenap cinta kasih yang sekian lama terpisah jalan hidup. Sesekali kau mendesah lembut sembari memanggilku, “Mas..., mas... Aku sayang kamu...”
Akupun tak henti membisikkan perasaanku, “Aku sayang banget sama kamu... Aku sayang kamu...” Bisikku di sela desahan nafas yang tak mampu kutahan. Jemarikupun seakan tak mampu kukendalikan, dan tak henti merayapi, menjelajahi setiap lekuk tubuhmu.
Entah berapa lama aku dan kamu terbuai biduk kerinduan itu, hingga tiba-tiba tubuh kita saling mengejang menggelinjang. Desir kenikmatan berpadu kasih sayang menggetarkan sekujur nadiku, membuatku mengerang menahan hasrat yang kian menggebu. Perlahan dan kian cepat gairahku memuncak, hingga akhirnya hasratku meledak hebat seiring laju air cinta yang menyembur deras ke dalam rahimmu. “Dik... Oh...” Lega rasanya menumpahkan seluruh dendam hasratku pada dirimu, dan kamupun memeluk erat tubuhku. 
Sejanak tubuhku lunglai di atas tubuhmu. Kubiarkan diriku bermanja dalam dekapanmu. Kulihat wajahmu tampak bahagia di pelukanku, hingga suara ketukan pintu kamar mengagetkanku, dan memaksaku melompat dari peraduan kita siang itu. 
Sembari membetulkan letak resleting celanaku, dengan tergesa-gesa aku kembali duduk di sofa kamarmu. Aku berusaha tenang saat ibu dan suamimu masuk ke kamar itu. Aku berpura-pura tak terjadi apa-apa di antara kita .
“Lho, sudah keringatan” Celetuk ibumu saat melihatmu, seakan mereka tak curiga pada semua yang baru saja terjadi di antara kita.
“Tadi dia lemah sekali, mas” Jelas ibumu dan aku hanya mengangguk malu, karena celanaku basah kuyup oleh cairan asmara. Aku sendiri heran mengapa begitu banyak cairan itu. Aku heran, bagaimana mungkin sperma itu tumpah dan tak tertampung rahimmu.  Aku sangat kuatir mereka tahu. 
Akupun berusaha segera berpamitan pada ibumu, tapi aku sangat-sangat kaget dan takut saat tiba-tiba saudaramu menegurku dengan nada heran. “Lho mas, kok basah celananya?” Celetuknya sembari memegangi celanaku. 
“Lho, ini kan sperma?” Celetuknya lagi.
“Kamu ngapain?” Lanjutnya sembari terus mengguncang-guncang tubuhku.
Aku benar-benar bingung dan tak tahu harus menjawab apa. “Mas.... Kok banyak sekali spermanya, kamu habis ngapain?” Ucapnya lagi sembari menarik-narik celanaku, dan saat itulah aku membuka mata. Ya, aku terbangun dan melihat isteriku keheranan melihat celanaku benar-benar basah karena mimpi basah di sofa depan TV.
“Kamu mimpi basah, ya?” Ayo, mimpi sama siapa?” Lanjut isteriku.
Aku sempat nggak enak hati sama isteri yang terus menginterogasi, tapi lega karena mendapati semua hanya mimpi.  Mimpi terindah yang ingin selalu kuulangi, bahkan ingin kurasakan di alam nyata bersamamu.

Senin, 12 Oktober 2015

5 ALIBI ORANG SETELAH KETAHUAN SELINGKUH

Ketika tanda-tanda selingkuh diketahui pasangan, tidak ada peselingkuh yang serta-merta mengakui kesalahannya. Ibarat pencuri, peselingkuh pasti mengelak tuduhan telah selingkuh sekalipun nyata-nyata melakukannya berdasarkan berbagai bukti. 
Selingkuh pada dasarnya adalah masalah perasaan, yang sifatnya abstrak sehingga banyak orang mengira dapat mengelabuhi pasangan dengan berbagai dalih atau alibi. Di antara alibi yang paling umum dipakai orang yang ketahuan selingkuh adalah sebagai berikut.   
1.   Berteman
Ini adalah alasan paling klasik dan selalu dipakai alasan oleh orang yang selingkuh untuk membela diri. Mereka akan berusaha mengaburkan pengertian antara berteman biasa, berteman dengan penuh perasaan dan berteman tapi mesra.
2.   Urusan Bersama
Ini juga termasuk alasan yang sering dipakai peselingkuh untuk membela diri dan menutupi kesalahannya. Behubungan dengan orang ketiga juga sering dikaburkan dengan alasan-alasan berupa adanya urusan tertentu, seperti bisnis, reuni, mengurus pertemanan dan sebagainya. Kebersamaan dan kedekatan seseorang dengan orang lain sering ditutupi dengan alasan urusan yang seolah-olah di luar urusan batin. 
3.   Tidak Tahu
Ketika sudah jelas-jelas ketahuan sering curhat, menikmati rayuan atau berbagi rasa dengan orang ketiga, seorang peselingkuh sering kali masih berkilah bahwa dia tidak sedang berselingkuh. Dia akan membela diri bahwa yang dia lakukan masih dalam batas hubungan yang wajar. Dia berlagak pilon seakan-akan tidak tahu bahwa yang dilakukan sudah melewati kewajaran untuk seorang yang sudah memiliki pasangan. Mereka kadang juga berkilah bahwa menurut pemahamannya selingkuh itu ketika hubungan sudah melangkah pada hubungan intim.
4.   Tidak Ada Niat
Alibi konyol berikutnya yang sering digunakan peselingkuh untuk menutupi kesalahan adalah dengan berlaga tidak sengaja. Ibarat pencuri yang tertangkap malam-malam di rumah tetangga mengaku tidak bermaksud mencuri. Peselingkuh akan beralasan semua sebagai kebetulan, kebetulan ketemu, kebetulan ada acara bersama, dan serba kebetulan. Peselingkuh sering tidak sadar bila peristiwa kebetulan yang hanya sekali mungkin dapat diterima sebagai kebetulan, tetapi bila berulang kali pasti memang betulan.
5.   Khilaf   
Ini adalah alasan paling bijak dan aman bagi peselingkuh. Mereka melakukan perselingkuhan semata-mata karena khilaf, sifat dasar yang ada pada setiap manusia. Ini merupakan alibi paling sederhana dan tidak perlu penjelasan bertele-tele. Dengan alasan ini, peselingkuh pada dasarnya mengakui kesalahan dan berharap dimaafkan. Sekalipun berarti mengakui kesalahan, tetapi alibi ini biasanya digunakan untuk alasan memperoleh kesempatan kedua dari pasangan resminya.

5 ALIBI ORANG SETELAH KETAHUAN SELINGKUH

Ketika tanda-tanda selingkuh diketahui pasangan, tidak ada peselingkuh yang serta-merta mengakui kesalahannya. Ibarat pencuri, peselingkuh pasti mengelak tuduhan telah selingkuh sekalipun nyata-nyata melakukannya berdasarkan berbagai bukti. 
Selingkuh pada dasarnya adalah masalah perasaan, yang sifatnya abstrak sehingga banyak orang mengira dapat mengelabuhi pasangan dengan berbagai dalih atau alibi. Di antara alibi yang paling umum dipakai orang yang ketahuan selingkuh adalah sebagai berikut.   
1.   Berteman
Ini adalah alasan paling klasik dan selalu dipakai alasan oleh orang yang selingkuh untuk membela diri. Mereka akan berusaha mengaburkan pengertian antara berteman biasa, berteman dengan penuh perasaan dan berteman tapi mesra.
2.   Urusan Bersama
Ini juga termasuk alasan yang sering dipakai peselingkuh untuk membela diri dan menutupi kesalahannya. Behubungan dengan orang ketiga juga sering dikaburkan dengan alasan-alasan berupa adanya urusan tertentu, seperti bisnis, reuni, mengurus pertemanan dan sebagainya. Kebersamaan dan kedekatan seseorang dengan orang lain sering ditutupi dengan alasan urusan yang seolah-olah di luar urusan batin. 
3.   Tidak Tahu
Ketika sudah jelas-jelas ketahuan sering curhat, menikmati rayuan atau berbagi rasa dengan orang ketiga, seorang peselingkuh sering kali masih berkilah bahwa dia tidak sedang berselingkuh. Dia akan membela diri bahwa yang dia lakukan masih dalam batas hubungan yang wajar. Dia berlagak pilon seakan-akan tidak tahu bahwa yang dilakukan sudah melewati kewajaran untuk seorang yang sudah memiliki pasangan. Mereka kadang juga berkilah bahwa menurut pemahamannya selingkuh itu ketika hubungan sudah melangkah pada hubungan intim.
4.   Tidak Ada Niat
Alibi konyol berikutnya yang sering digunakan peselingkuh untuk menutupi kesalahan adalah dengan berlaga tidak sengaja. Ibarat pencuri yang tertangkap malam-malam di rumah tetangga mengaku tidak bermaksud mencuri. Peselingkuh akan beralasan semua sebagai kebetulan, kebetulan ketemu, kebetulan ada acara bersama, dan serba kebetulan. Peselingkuh sering tidak sadar bila peristiwa kebetulan yang hanya sekali mungkin dapat diterima sebagai kebetulan, tetapi bila berulang kali pasti memang betulan.
5.   Khilaf   
Ini adalah alasan paling bijak dan aman bagi peselingkuh. Mereka melakukan perselingkuhan semata-mata karena khilaf, sifat dasar yang ada pada setiap manusia. Ini merupakan alibi paling sederhana dan tidak perlu penjelasan bertele-tele. Dengan alasan ini, peselingkuh pada dasarnya mengakui kesalahan dan berharap dimaafkan. Sekalipun berarti mengakui kesalahan, tetapi alibi ini biasanya digunakan untuk alasan memperoleh kesempatan kedua dari pasangan resminya.