Jumat, 08 Agustus 2014

TANDA WANITA MENGINGINKAN SEX

1. Bugil
2. Media Sosial
3. Bicara Sex
4. Menggoda
5. Membiarkan Dicium

KAPAN WANITA MEMBUTUHKAN SEX

Sex sering dianggap sebagai kebutuhan laki-laki saja. Padahal secara naluriah wanita juga membutuhkan sex.
1. Daur Kewanitaan
2. Terangsang Film atau Bacaan
3. Kangen (Mantan) Pacar
4. Setelah Kontak Laki-laki
5. Melakukan Kesalahan

ISTRIKU HAUS RAYUAN LELAKI

Setelah ketahuan sering telepon, SMS dan secara bertemu secara sembunyi-sembunyi dengan Zaenal, mantan pacarnya beberapa tahun lalu, istriku mulai menjaga jarak dari teman-temanya. Dia bahkan mengurangi kontak mbak Umi, teman paling akrabnya selama ini. Padahal wanita yang telah memberiku 4 orang anak itu selalu bilang tak mungkin memutus persahabatan dengan mbak Umi yang merupakan mantan mak coblang-nya dengan Zaenal, dan  selama 10 tahun pernikahanku selalu menjadi sumber berita soal Zaenal dan penghubung utamanya bila istriku dan Zaenal ingin kontak.
Istriku juga mulai menjaga jarak dari Faizin, teman SMA yang dulu pernah naksir berat kepadanya. Padahal sebelumnya, istriku begitu tersanjung oleh pengakuan Faizin yang masih menjadikan istriku sebagai idola terindahnya. Berpuluh-puluh surat yang sangat puitis yang ditulis Faizin untuk istriku selama bertahun-tahun merupakan bukti betapa hasrat hatinya bukan main-main pada wanita itu. Lelaki itu baru menyerah dan memilih menikahi orang lain setelah tahu istriku sudah memiliki kekasih, Zaenal. Meski serasa tak mungkin terwujud, istriku begitu tersanjung oleh pengakuan Faizin akan perasaannya pada istriku yang masih tetap sama seperti dulu. 
Setelah beberapa saat berusaha menjaga jarak, istriku jatuh hati dengan Asnan, teman kuliahnya dulu, yang begitu perhatian dan selalu menyanjungnya sejak reuni dua tahun lalu. Istriku tampak sangat tergoda oleh godaan nakal yang disertai obrolan lucu lelaki itu. Hasratnya selalu menggebu saat ditelepon lelaki itu, hingga sering kali harus "mojok" menjauh demi menunggu panggilan telepon lelaki itu. 
Meski biasanya tidur sejak sore hari, istriku rela begadang semalaman saat aku tak ada di rumah. Celoteh lelaki itu begitu menggodanya hingga pagi menjelang. Istriku shock dan menangis sejadi-jadinya saat aku bilang tahu apa yang dia lakukan selama ini. 
Ya, aku tahu dia sering curhat dan kontak lelaki itu via telepon maupun FB. Wanita itu bilang menyesal telah melakukan kesalahan yang sama dua kali, tetapi aku bilang padanya betapa aku tak percaya padanya lagi. Aku tahu benar siapa dia. Cepat atau lambat ini akan terjadi lagi. 
Aku katakan padanya betapa soal perasaan antara aku dan dia tak lagi berarti. Aku tegaskan bahwa aku akan tetap bertahan demi anak-anakku. Mereka tak perlu menanggung kesalahanku yang telah memilihnya sebagai istri.
Meski demikian, dia tetap kukuh berjanji tak akan mengulanginya lagi. Dia berjanji akan berusaha menjadi istri yang baik meski dia tahu aku tak mempercayainya lagi.
Beberapa minggu kemudian dia memang puasa FB dan telepon, tetapi fassilitas WA dan BBM android kembali menggodanya menikmati sanjungan lelaki. Kali ini dia merasa aman melakukan semuanya, tanpa tahu aku bisa membaca semuanya, bahkan hanya dengan memandang sikapnya.
Hari-hari ini istriku kembali sering terlihat asyik BBM dan WA. Mulanya cuma kontak teman-temannya, Nor, Umi dan group chat alumni kuliah. Dia sempat kaget saat teman-teman kuliahnya menggoda dengan obrolan jorok dan gambar porno, tetapi  diam-diam wanita itu begitu menikmati. 
Awalnya dia menghindari kontak dengan Faizin, Asnan dan Zaenal, tapi secara perlahan dia tak mampu menahan hasratnya untuk kontak lelaki-lelaki itu lagi. Dia-diam dia kembali aktif kontak dengan lelaki itu. Kali ini dia bermain lebih canggih lagi. Pesan-pesan mesra langsung dihapus, dan membiarkan pesan yang bernada datar-datar saja.
Dia melakukan semua seakan aku tak tahu, tapi sengaja aku biarkan dia melakukan semua yang dia suka. Bagiku, istriku bukan siapa-siapa lagi. Aku sadar dia hanya istriku dan bukan kekasihku. Dia hanya wanita rapuh yang kebetulan terlanjur kuperistri.
Aku sama sekali tak punya rasa cemburu. Bahkan sesekali kukirimi lelaki itu foto bugil istriku. Herannya, aku menikmati permainan ini.

Kamis, 07 Agustus 2014

CINTA DALAM PERNIKAHAN



Pernikahan memiliki makna beragam bagi setiap pasangan. Banyak orang mengira pernikahan merupakan perwujudan hubungan cinta kasih dalam bentuk ikatan pernikahan, padahal tidak selalu demikian. Cinta adalah cinta, dan pernikahan adalah pernikahan. Masing-masing memiliki konteks sendiri-sendiri.
Cinta merupakan perasaan unik yang tumbuh di dalam jiwa seseorang secara misterius. Cinta lahir karena perasaan murni yang tumbuh tanpa perlu penjelasan mengenai mengapa orang tertentu begitu istimewa di hati seseorang, atau mengapa sepasang kekasih saling mencintai. Ini dikarenakan cinta ada begitu saja. Cinta adalah anugerah Yang Maha Kuasa Rhoma Irama.
Pernikahan merupakan sebuah ikatan moral antara pria dan wanita untuk hidup bersama yang sering kali dikuatkan secara hukum. Pernikahan hakekatnya bahkan tidak berbeda dari perjanjian atau kontrak antara dua orang untuk saling mengikatkan diri dengan status pemilik dan yang dimiliki, menguasai dan dikuasai, dengan seperangkat hak dan kwajiban masing-masing.
Cinta adalah soal rasa dan perasaan seseorang dengan orang lain, sedangkan pernikahan adalah soal status hubungan dua pihak. Sangat boleh jadi pernikahan didasari oleh perasaan cinta, tetapi tidak sedikit orang yang menikah bukan dengan seseorang yang dicintai. Pernikahan bahkan sering kali didasari oleh kebutuhan untuk memiliki pasangan, sedang cinta didasari oleh kata hati.
Berbeda dari cinta, pernikahan merupakan pilihan yang dilakukan secara sadar ataupun tidak. Pernikahan adalah tindakan menjali hubungan dengan lawan jenis berdasarkan perhitungan logika tertentu. Banyak orang berharap pernikahan merupakan tindak lanjut dari perasaan cinta yang diwujudkan dalam sebuah ikatan, tetapi itu tidak berlaku pada semua orang.
Banyak orang Barat yang tidak lagi membutuhkan pernikahan, karena untuk hidup bersama mereka sudah merasa cukup hanya dengan cinta. Sementara bagi sebagian orang Timur menuntut pernikahan karena mereka memandang cinta tanpa pernikahan tidak ada artinya.
Jalan hidup tak selalu sejalan dengan keinginan. Tidak semua hasrat batin seseorang dapat diwujudkan dalam kehidupan nyata. Kompleksnya kehidupan sering membuat seseorang tidak dapat hidup bersama atau menikah dengan seseorang yang paling dicintai. Besarnya kekuasaan roda kehidupan kadang memaksa seseorang harus percaya pada Ebid G. Ade, yang menyatakan bahwa cinta tak selalu harus memiliki.
Itu sebabnya tak semua pernikahan didasari cinta. Keterikatan dan kebersamaan yang panjang dalam pernikahan kadang dapat menumbuhkan perasaan cinta, tetapi tidak jarang yang hanya berhenti pada keterikatan semata. Tak sedikit pasangan yang tak berhasil menumbuhkan perasaan cinta pada pasangannya seindah cinta yang pernah tumbuh dan dirasakan di luar konteks pernikahan.
Seseorang mungkin saja menemukan cinta terbaik dan terindahnya dalam pernikahan. Tidak sedikit pula orang yang dapat membangun rasa cinta dalam pernikahannya tetapi tanpa menggeser cinta yang sudah ada pada orang lain. Tidak jarang pula seseorang baru merasakan jatuh cinta setelah menikah, tetapi bukan dengan pasangan resminya.
Ya. Seseorang bisa saja memiliki dua cinta, yaitu cinta yang murni dan cinta karena harus mencintai. Masing-masing memiliki arti, nilai dan tempat sendiri-sendiri di ruang batin seseorang. Kebanyakan orang harus berdusta, belajar melupakan, atau menyimpan dalam-dalam salah satu perasaan cinta itu dari pasangannya, sebab saat seseorang terikat dengan seseorang maka cinta lain harus dinilai sebagai perasaan terlarang.
Jadi sangat mungkin seseorang mengatakan si Dia adalah istriku atau suamiku, tetapi dia bukan kekasihku, bukan orang yang aku cintai. Mungkin terdengar menyakitkan, tetapi begitulah fakta kehidupan. Kebanyakan orang memilih berbohong, dengan mengatakan pada suami atau istrinya bahwa hanya kamu yang aku cintai, meski hati kecilnya mengatakan ada yang lebih aku cintai, meski tak mungkin kuwujudkan.
Hanya sedikit padangan yang mampu menerima kenyataan bahwa rasa dan perasaan tak mungkin dibatasi, apalagi dilarang. Hal ini dikarenakan hubungan seseorang bukan hanya melibatkan cinta tetapi juga ego. Mereka yang tak mampu mengendalikan ego akan sangat sulit menerima kenyataan seperti itu. Mereka yang mampu mengelola egonya akan memungkinkannya belajar memahami dan menerima kenyataan akan kata hati pasangannya.