Kamis, 07 Februari 2013

SUAMIKU INGIN AKU SELINGKUH LAGI

Setahun terakhir aku menjalin hubungan dengan teman masa SMA dulu, sebut saja Subur. Hubungan yang semula hanya chatting lewat Facebook berlanjut ke hubungan terlarang. Kami biasa memadu kasih di berbagai tempat, kadang di hotel, di rumahku, rumah dia, dan paling sering di ruko milikku. 
Selama ini aku merasa hubunganku dengan lelaki itu aman-aman saja, karena dia bekerja di perusahaan ekspedisi dan sering antar barang ke tokoku. Hubunganku dengan suami juga baik-baik saja, apalagi selama ini hampir-hampir tak ada masalah.
Minggu-minggu ini hubunganku dengan Subur bermasalah. Aku sangat benci dengan lelaki selingkuhanku itu sebab rupanya dia juga selingkuh dengan orang lain. Akupun memutuskan untuk mengakhiri hubunganku dengan lelaki sialan itu.
Aku berusaha menyembunyikan kekesalanku, terutama di hadapan suami. Melihat kebaikan sikapnya padaku selama ini aku mulai menyadari telah berbuat yang tak semestinya. Aku berniat hanya mengabdi pada suami sebaik mungkin. 
Saat berniat melayaninya tadi malam, dia justeru bilang, "Kuharap hubunganmu dengan Subur segera bisa kamu perbaiki" Aku sangat terkejut dengan pertanyaan itu, tetapi aku mencoba berlagak tidak tahu. Dengan tenang suamiku justeru meyakinkanku bahwa dia tahu semua yang aku lakukan selama ini. 
Tubuhku terasa lemas saat dia menyunjukkan beberapa rekaman hubunganku dengan lelaki itu. Rupanya diam-diam dia memasang kamera tersembunyi di ruko dan merekam hampir semua yang pernah aku lakukan dengan lelaki itu. 
Aku benar-benar terpukul dan hanya bisa pasrah. Aku pasrah pada apapun yang akan dia lakukan padaku. Aku siap menerima kemarahannya, atau bahkan .... diceraikan. 
Anehnya, aku sama sekali tak melihat raut kemarahan di wajahnya. Dia bahkan bersikap sangat lembut padaku. Aku kian terkejut saat dia bertanya, "Apa yang bisa kulakukan agar hubunganmu dengan Subur bisa seperti semula?"
"Maksud papa apa?" tanyaku keheranan.
Suamiku bilang justeru merasa senang aku punya selingkuhan. Dia justeru bilang kalau selama ini dia lebih puas melakukan hubungan suami istri selama aku selingkuh. Selama punya selingkuhan, dia bilang aku lebih hangat dan memuaskan.
Dia bahkan siap melakukan apa saja agar aku bisa baikan sama Subur, tapi berulang kali aku menegaskan tidak perlu. Aku justeru berulang kali minta maaf karena telah mengkhiataninya. Aku berjanji tak akan melakukan perbuatan terkutuk itu lagi. Gilanya, dia justeru menyuruhku memilih lelaki manapun yang aku suka, asalkan aku tak meninggalkan lelaki yang telah menjadi suamiku selama 10 tahun itu. Terang saja aku bingung dengan sikapnya. 



Rabu, 16 Januari 2013

PETTING DALAM PACARAN DAN DAMPAKNYA

Bagi cewek pada umumnya, pacaran pertama-tama didasari oleh kebutuhan emosional, seperti kecocokan pribadi, perasaan disayangi, dibutuhkan, dihargai, dan perasaan aman karena memiliki tempat bersandar. Ini sedikit berbeda bagi cowok. 
Selain kebutuhan akan perasaan sebagaimana cewek, pacaran bagi cowok juga didasari oleh kebutuhan akan kebanggaan, harga diri, dan karena dorongan seksual dalam arti sempit maupun luas. Itu sebabnya cowok cenderung memilih cewek yang berparas cantik, sementara sisi kepribadian kadang kurang dipertimbangkan. 
Sudah kodratnya, ketika cowok berhasil menjalin hubungan biasanya tak mungkin menghindari dorongan nafsu dalam bentuk kontak fisik yang mengarah pada hubungan seksual. Soal bagaimana dan sejauh mana hubungan seksual yang bisa dilakukan dengan ceweknya, itu tergantung pada kepribadian dan pandangan hidup setiap cowok, serta bagaimana dan sejauhmana cewek membuka diri pada pasangannya.
Itu sebabnya, selain membutuhkan teman dekat, cowok biasanya berupaya memperoleh "kenikmatan" seksual dalam bentuk kontak fisik. Sebagian hanya berupaya dapat mencium dan menyentuh saja, tetapi sebagian lagi bisa lebih jauh lagi, tergantung pada bagaimana pasangan itu mentolerir kontak fisik selama masa pacaran.
Biasanya, satu fase kontak fisik akan membuka kesempatan terbukanya fase berikutnya. Setelah memberi kesempatan pada cowok untuk mencium, suatu saat akan meningkat pada memeluk, meraba, mencumbu dan seterusnya. Cowok biasanya punya beribu cara untuk "menakhlukkan" cewek hingga bersedia memberikan apapun yang diminta cowok.
Itu sebabnya, petting atau bercumbu merupakan hal yang sulit dihindari saat pacaran. Petting sendiri memiliki beragam bentuk yang intinya merupakan rangsangan birahi yang mengarah pada hubungan seksual dalam arti hubungan kelamin. Beberapa tahap petting umum terjadi adalah:
1.   Touch dan Kiss
Menyentuh tubuh cewek biasanya menjadi "agenda" pertama cowok setelah jadian. Cowok penasaran bisa menyentuh dan mencium cewek. Keinginan ini pada awalnya membuat cewek merasa keki, ragu tetapi juga rasa senang, karena merasa dibutuhkan, diinginkan. Sementara cium pipi dan pegang tangan biasanya masih bisa ditolerir oleh sang cewek. Efek cium pipi dan pegang tangan bagi cewek biasanya hanya sebatas munculnya perasaan disayangi saja. Yang jelas, kontak fisik cenderung membuat cewek merasa semakin dekat dengan pasangannya.
2.   Deep  Kissing dan Necking
Setelah berhasil memegang tangan dan mencium jangan pernah berfikir, cowok sudah merasa cukup. Naluri cowok akan meningkat ingin mencium bibir dan leher seperti di film-film Barat. Biasanya cewek konvensional akan berfikir panjang untuk melakukan itu, sebab rasanya tidak terbayangkan.
Berbeda dari Touch dan Kiss, deep kissing dan necking berdampak pada bangkitnya nafsu birahi cewek. Ini dikarenakan mulut dan leher merupakan bagian sensitif secara seksual sekalipun bukan alat kelamin. Cewek akan merasakan kenikmatan deep kissing dan necking sampai ke dalam kelamin. Sebagaimana sang cowok, cewek akan merasakan geli hingga ke dalam kelamin, dan biasanya diikuti dengan keluarnya cairan pelumas di dalam vaginanya. 
Sewek yang dengan suka rela membiarkan cowok melakukannya biasanya merasa semakin dekat dan terikat pada cowok. Ini dikarenakan deep kissing dan necking secara psikis membuat cewek siap melakukan hubungan intim. Cewek akan merasa semakin tertutup untuk meninggalkan sang cowok.
3.  Caressing atau Folding
Ketika pasangan sudah melakukan deepkissing dan necking, hubungan pacaran biasanya sudah semakin intim, cewek sudah semakin sulit menghindari cowok saat berusaha memeluk dan meraba-raba bagian sensitifnya. Keinginan cowok biasanya meningkat pada caressing atau folding, yaitu meraba dan merangsang payudara.   
Ketika cowok sudah menyentuh apalagi mengulum puting payudara, biasanya menjadi pertanda awal bahwa cewek sudah "menyerah" total pada sang cowok, meski sebagian kecil dapat bertahan. Selain itu, rangsangan yang ditimbulkan oleh sentuhan, apalagi kuluman pada puting susu jauh lebih hebat dalam membangkitkan nafsu birahi yang sesungguhnya, karena biasanya ini menjadi foreplay paling umum bagi pasangan yang hendak melakukan hubungan intim.
Secara emosional tentunya caressing atau folding membuat batas hubungan semakin tipis sebab payudara termasuk bagian paling rahasia cewek. Membuka payudara pada seseorang berarti memberi kesempatan seseorang ke ruang paling pribadi.
4.   Handjob, Blowjob, Oral Seks, Ekstravaginal
Biasanya, cewek yang sudah disentuh payudaranya, sulit menolak ketika cowok mencoba menyentuh daerah yang paling rahasianya, vagina. Semula mungkin hanya dibagian luar, tetapi cowok pasti maunya menyentuh bagian dalam vagina. Bila sudah sejauh ini tidak jarang cewek mulai mengimbangi dengan ganti merangsang sang cowok dengan cara meraba tubuh dan alat vital, penis. Cewek mulai tahu bagaimana nikmatnya dirangsang dan ingin sang cowok juga menikmati rasanya dirangsang.
Sentuhan terhadap area genital dengan sendirinya membuat tak ada lagi rahasia antara cowok dan cewek. Itu sebabnya, pacaran pada tahap ini biasanya mulai muncul eksperimen-eksperimen seksual, seperti melakukan oral seks atau deep petting. Pada dasarnya, pasangan sudah menginginkan hubungan kelamin (intercourse), tetapi masih menahan diri karena berbagai alasan, seperti takut hamil atau dosa.
Eksperimen selama petting sebelumnya akan membuat pasangan semakin berani mendekati hubungan kelamin yang sesungguhnya. Bagi yang masih belum berani melakukan hubungan kelamin yang sesungguhnya (the big O), biasanya memilih melakukan oral seks, dengan cara mengocok atau mengulum kelamin cowok hingga ejakulasi, atau mengulus vagina hingga orgasme. Ada pula yang melakukannya secara ekstravaginal, seperti menggesek-gesekkan penis di celana dalam, menjepit penis di selangkangan cewek, atau bahkan menggesekkan di vagian bagian luar, tidak sampai masuk. Yang terakhir ini, biasanya sulit dihentikan, karena hasrat yang besar pada pasangan akan sulit menghindari seks yang sesungguhnya (intercourse), seperti dalam video di bawah.
Demikian sekedar pengetahuan buat yang sedang pacaran. Soal mana yang akan kalian lakukan, semua terserah saja, karena masing-masing sudah pasti ada resikonya.


Sabtu, 27 Oktober 2012

NIKMATILAH TUBUH ISTRIKU, MAS ZAENAL 5

"Makan dulu" Ajak Tutik. Tanpa menjawab Zaenal langsung duduk di sisi Tutik. Dengan cekatan, wanita itupun mengambilkan nasi untuk Zaenal. "Segini cukup?" Tanya wanita itu. Zaenal hanya mengangguk dan mengambil lauk pauk sendiri.
"Badanku lemes banget nih, Tut. Rasanya ngantuk banget lagi" Celetuk Zaenal memecah suasana.  
"Makanya tidur sini aja" Sahut Tutik.
"Nggak enak sama Tutik, soalnya anakku agak panas badannya" Sahut Zaenal lagi.
"Memang kamu bisa bawa mobil?" Tanya Tutik.
"Ya, nanti istirahat kalau ngantuk" Kilah Zaenal.
"Nal..." Ucap Tutik lirih sembari memegangi tangan lelaki itu.
"Aku ingin kamu temeni" Lanjut Tutik merengek manja. Sejenak Zaenal hanya diam lalu menghela nafas.
"Aku pengennya juga gitu, Tut. Masalahnya, entar Tutik curiga lagi. Trus kalau suami kamu pulang kan nggak enak?" Kilah Zaenal.
"Aku bilang suamiku biar nggak pulang dulu kan bisa?" Rengek Tutik lagi 
"Tutik, Aku juga pengen banget bersamamu, bukan hanya malam ini, tapi selamanya" Ucap Zaenal lirih sembari memandang lembut ke wajah Tutik, hingga membuat wanita itu begitu terbuai suasana. 
"Aku ingin memilki kamu selamanya, bukan hanya hari ini" Lanjutnya.
"Aku bener-bener nggak bisa hidup tanpamu. Aku merasa kamu juga begitu. Hati kita benar-benar satu dan tak mungkin dipisahkan oleh apapun" Lanjutnya serius.
Tutik tertegun mendengarnya, dan hanya bisa diam memandangi wajah lembut mantan pacarnya itu. Sejenak wanita itu menghela nafas seakan hendak bicara, tapi tak tahu apa yang harus dia katakan.
"Bahkan terus terang, aku ingin menikahi kamu" Lanjut Zaenal serius. 
Kata-kata Zaenal terakhir itu menghentak perasaan Tutik begitu rupa. Wanita itu tak menyangka Zaenal berharap sejauh itu. Padahal sebelumnya mereka sepakat untuk memadu cinta sekedar melepaskan beban kerinduan yang selama ini terpendam tanpa harus mengakhiri rumah tangga masing-masing.
"Tut... Tutik" Zaenal membangunkan Tutik dari lamunannya,
"Oh... Iya, Nal" Sahut Tutik gelagapan.
"Kenapa? Kamu nggak mau?" Tanya Zaenal meyakinkan, yang membuat Tutik tak tahu harus berkata apa. 
"Emm.... Lalu istrimu bagaimana?" Tanya Tutik.
"Suamimu bilang, kalau kamu mau aku boleh memadu kamu" Jelas lelaki itu.
"Memaduk? Ih, enggak ah" Sergah Tutik.
"Terus gimana, dong" Rengek Zaenal.
"Hemmm... Aku maunya kamu jadi milikku saja. Aku nggak siap kalau dimadu" Gerutu Tutik.
"Terus, apa kita mau seperti ini terus? Kan nggak enak sama suami kamu?" Zaenal berusaha meyakinkan.
"Dia kan nggak masalah?" Kilah Tutik.
"Tut, bagaimanapun suamimu juga manusia. Dia punya perasaan. Kamu nggak mikir bagaimana perasaan dia sebenarnya?" 
"Coba bayangkan kalau kamu jadi dia. Padahal jadi istri kedua saja kamu nggak mau" Jelas Zaenal lagi.
Tutik hanya diam. Beberapa saat wanita itu benar-benar tak tahu harus bicara apa. "Pokoknya aku nggak bisa Nal kalau dimadu" Gerutu Tutik. 
"Masalahnya lagi, apa suami kamu bener-bener bisa terima kamu?" Tanya Zaenal yang kembali tak dijawab oleh Tutik.
"Memangnya kenapa?" Tiba-tiba Tutik balik bertanya.
"Kurasa dia sengaja melepas kamu. Dia nggak mau lagi sama kamu. Itu sebabnya dia biarkan kita  melakukan semua ini" Jelas Zaenal serius.
"Atau dia memang berharap kamu ijinkan dia melakukan hal yang sama?" Lanjut Zaenal. Tutik hanya terdiam dengan pikiran kosong.
"Enggak, dia nggak gitu" tiba-tiba Tutik bicara memecah kebekuan.
"Terus mau kamu gimana?" Tanya Zaenal.
"Aku nggak mau kehilangan kamu" Sahut Tutik cemberut sembari bergelayut manja di pundak laki-laki itu.
"Kamu mau lepas dari suamimu?" Sahut Zaenal bertanya, tetapi Tutik hanya menghela nafas melepas kebingungan hatinya.  
"Tut..." Zaenal menggoyang-goyangkan tubuh Tutik, tetapi wanita itu diam saja.
"Aku nggak mungkin pisah dari suamiku, Nal" Ucap Tutik lirih.
"Dia terlalu baik padaku meski dia tahu aku mencintaimu" Sambungnya.
"Terus akan berapa lama kita begini?" Tanya Zaenal heran.
"Selamanya" Sahut Tutik santai.
"Hah?" Zaenal terperangah.
"Pokoknya jangan pulang. Kamu milikku. Aku nggak mau kamu menyentuh istrimu" Rengek wanita itu.
"Ya nggak mungkinlah, Tut. Hubunganku dengan istri selama ini baik-baik saja" Sergah Zaenal heran.
"Pokoknya aku nggak rela" Rengek Tutik memaksa.
"Tut...., Kamu jangan egois gitu, dong"
"Aku nggak bisa, Nal. Aku nggak bisa biarkan kamu nyentuh wanita itu. Tapi aku tahu, bagaimana lagi?" Sahutnya.
"Udah. Pokoknya malam ini kamu jangan pulang dulu" Pinta Tutik lagi.
"Tut... Jangan gitu, dong. Anakku lagi sakit. Lain kali saja, ya?" Kilah Zaenal.
"Please..." Pinta Zaenal serius. Sejenak kemudian lelaki itu bangkit dari kursi makan, lalu bergegas mengambil kunci mobilnya.
"Nal...." Rengek Tutik sembari memeluk lelaki itu yang dibalas dengan pelukan dan kecupan mesra.
"Aku sayang kamu, Tut" Ucap lelaki itu dengan tatapan penuh sayang. 
Lelaki itu beranjak menuju mobilnya setelah kembali mengecup bibir wanita itu dalam-dalam. Tutik tak henti memandangi lelaki itu hingga mobilnya melaju di jalanan.
Tiba-tiba rasa kantuk yang sejak tadi teramat berat membebani mata Tutik kian tak tertahankan. "Papa pulang, dong" Wanita itu menelponku.
"Lho, kan ada Zaenal?" Tanya suaminya di seberang telepon.
"Dia pulang. Anaknya sakit" Sahut Tutik.
"Waduh, nggak ada yang kelonin, dong" Godaku.
"Hemm... Cepetan pulang, ya? Aku sendirian, nih" Rengeknya manja.
"Oke, oke" Jawabku. 
"Mungkin nyampe rumah sudah tengah malam" Sambungku sebelum mengakhiri telepon.
Setelah mengunci pintu, Tutik merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Bayang-bayang indah kebersamaannya dengan Zaenal hari ini terpendar dalam wajahnya yang pucat kelelahan dan membawanya tenggelam dalam tidur yang teramat lelap.

NIKMATILAH TUBUH ISTRIKU, MAS ZAENAL 4

Dalam keadaan tanpa busana Zaenal dan Tutik melangkah ke kamar mandi. "Aku duluan" Sergah Tutik saat membuka pintu kamar mandi.
"Bareng aja" Sahut Zaenal.
"Aku mau pipis dulu" Sergah Tutik sambil menahan pintu.
"Aku juga" Sahut Zaenal menggoda.
"Idih... Tapi nggaklah... Gantian aja" Sergah Tutik
"Aku ingin tahu segalanya tentang kamu" Bisik Zaenal sembari memaksa masuk. Dengan wajah keki Tutikpun membiarkan lelaki itu turut masuk ke kamar mandi.
"Mending kamu di luar. Aku mau pipis, sayang" rengek Tutik. Zaenal tak menjawab, hanya kecupan lembut dia daratkan ke bibir wanita itu. Tutikpun menyambut dengan penuh kepasrahan.
"Ayo dong pipis. Aku mau lihat" Pinta Zaenal.
"Idih.. Jorok banget" Sergah Tutik.
"Kapan lagi bisa lihat kamu pipis?" Rengek Zaenal memanja.
"Ih.. Kamu" Sergah Tutik sembali membalikkan badannya. 
"Kalau gitu biar aku yang pipis dulu" Ucap Zaenal seraya membuka penutup kloset. 
Sejenak kemudian air seni mengucur deras dari penis lelaki itu. Dengan tatapan ragu, Tutik melirik penis coklat yang besar dan panjang itu mengucurkan air seni begitu banyak. Hati wanita itu berdebar melihat penis mantan pacarnya yang begitu menggoda hasrat kewanitaannya. 
Saat Zaenal terlihat akan selesai pipis, wanita itu bergegas menyalakan shower untuk membasahi tubuhnya. Setelah menyiram closet Zaenal segera menyusul wanita itu berguyur di bawah shower. Senyum geli mengembang di wajah wanita itu saat tubuh Zaenal menyentuh kulitnya. Rona bahagia terpancar di wajahnya yang basah saat Abied memeluknya dari belakang.
Tubuh wanita itu menggeliat geli saat penis Zaenal menyentuh sela-sela pantatnya yang indah sedang tangannya merayapi pinggangnya dan secara perlahan menyusuri perutnya, lalu meremas lembut buag dadanya. Semmbari menggeliat kegelian jangan Tutik bergerilya di belakang pantatnya, meraih penis Zaenal yang terasa licin oleh sisa sperma bercampur air.
Beberapa saat kemudian Tutik membalikkan badannya, merekatkan payudaranya ke dada lelaki itu. Di bawah guyuran showe keduanya sejoli itu kembali larut dalam pelukan sembari saling melumat bibir dengan penuh kemesraan. Mereka begitu larut dalam kesyahduan cumbuan yang begitu membuat, beberapa saat kemudian penis Zaenal terlihat mulai menegang lemah, dan perlahan membesar.
Tutik sedikit terhenyak saat ujung penis itu menekan permukaan vaginanya. "Ah... " sergah wanita itu sembari tersenyum saat lumatan bibirnya terlepas dari bibir Zaenal. Buru-buru Zaenal melumat kembali bibir mungil itu sembari menggerakkan pinggulnya. Lelaki itu berusaha kembali menyusupkan ujung penisnya di sela vagina yang basah oleh guyuran shower.
Beberapa kali menggerakkan pinggulnya, ujung penis Zaenal gagal senyusup ke liang vagina. Zaenal terus berusaha menekan lebih keras, tetapi penisnya hanya menyentuh permukaan vagina yang tercukur halus itu. Menyadari keinginan Zaenal, Tutikpun membukakan melonggarkan selangkangannya, hingga perlahan penis itu mulai menyentuh klitoris dan bibir dalam vagina, dan kesulitan masuk lebih dalam.
Beberapa saat Tutik membiarkan penis Zaenal menggesek liang vaginanya, meninkmati gesekan penis yang terasa hangat di tengah sejuknya guyuran shower. Melihat Zaenal begitu penasaran, Tutikpun mengangkat kaki kanannya dan menginjakkannya ke atas closet duduk warna ungu di kamar mandi itu.
Bless... Akhirnya penis itu secara perlahan menembus liang vagina wanita yang masih terasa sempit meski pernah melahirkan empat anak itu. "Emh..." Tutik meleguh saat tusukan penis menembus liang di vaginanya. Zaenalpun merasakan kenikmatan yang sama dan secara perlahan menggerak-gerakkannya keluar-masuk liang vagina Tutik.
Saat hasrat kian meninggi, Zaenal mulai semakin cepat menggerak-gerakkan penisnya keluar-masuk vagina Tutik, hingga membawa keduanya dalam kenikmatan yang sensasional, nikmat bersenggama di bawah guyuran shower. Hanya tak berapa lama, Zaenal merasa kelelahan dan penisnya tak juga menyemburkan sperma.
"Sambil duduk yuk" Pinta Zaenal lirih sembari melepas penisnya dari liang senggama. Tutik hanya menurut, sembari mematikan shower. Wanita itu mengangkang di atas paha Zaenal yang dusuk dia atas closet. Dengan hati-hati, wanita itu memasukkan penis Zaenal ke vaginanya lalu memeluk lelaki itu erat-erat.
Sejenak mereka kembali berciuman yang teramat dalam, sedang Tutik mulai menggerak-gerakkan pinggulnya perlahan. Wanita itu menggerakkan pinggulnya kian cepat saat bibirnya terlepas dari bibir Zaenal. Lelah dengan gerakan maju-mundur, wanita itu mencoba menggerakkan pinggulnya ke atas-ke bawah, tapi tak berapa lama wanita itu merasa tak nyaman dan lelah, sehingga kembali ke gerakan semula.
Mungkin karena bersetubuh seharian, merekapun kelelahan, dan berhenti sejenak sambil berpandangan. "Kamu bahagia nggak, Tut?"
"Hem.. emh" Jawab Tutik sembari mengangguk.
"Gumana kalau kita coba di dalam bak mandi?" Sambung Tutik menawarkan.
"Boleh" Sahut Zaenal senang. Lelaki itupun naik ke atas bibir bak mandi dan perlahan menyeburkan diri ke dalamnya. Air bak mandi yang penuh itupun tumpah keluar. Dengan berpijak pada closet, Tutik mencoba naik ke bibir bak mandi menyambut uluran tangan Zaenal yang membantunya masuk ke dalam air.
Air bak mandi kembali tumpah ruah ke lantai setelah Tutik menceburkan diri ke dalamnya. Air kembali deras meluber saat kedua sejoli itu membenamkan tubuhnya ke dalam air. Wajah Tutik berburai senyum saat Zaenal mendekapnya dari belakang. Senyum wanita itu kian melebar saat jemari lelaki itu meremas payudaranya dengan lembut. Tutik menggelinjang saat jemari Zaenal mulai memilin puting susunya yang menegang.
Beberapa lama mereka begitu asyik menikmati nikmatnya sentuhan kulit tubuhnya di dalam air. Penis Zaenal yang sedari tadi menegang sesekali menghentak sela-sela pantat Tutik yang mulai terasa dingin. Wanita itu menggeliat lembut saat Zaenal menciumi tengkuhnya yang putih.
Sesaat kemudian Zaenal dan Tutik terdiam menikmati buaian asmara dalam air bak mandi yang dingin. Mereka biarkan perasaan mereka menyatu dalam indahnya dekapan. Beban kerinduan yang sekian lama tertahan seakan mulai menemukan kedamaian, sejernih air yang menyatukan mereka senja ini.
Saat tubuh terasa mulai dingin, Tutik bangkit dan membalikkan tubuhnya. Wanita itu mulai mengangkangkan kakinya di atas tubuh zaenal, dan dengan meraba-raba jemarinya memegang erat penis Zaenal. Perlahan sejoli itu berusaha menyatukan raganya dalam balutan air yang tak lagi terasa terlalu dingin.
Tak seperti yang mereka bayangkan, ternyata vagina Tutik terasa kesat karena cairan pelumas vaginanya larut oleh air bak mandi. Setelah usaha-demi usaha yang mereka lakukan, akhirnya penis Zaenal masuk sedikit demi sedikit ke dalam vagina yang di dalamnya terasa hangat dan nikmat. "Emmm... mmh" Keduanya meleguh mendesah oleh nikmatnya bersenggama di dalam air.
Rona bahagia terpancar jelas di wajah kedua insan yang mulai tampak sayu. Sesaat mereka kembali saling berpandangan penuh makna, seakan menyatakan beribu kata cinta yang tak mungkin terucap. Hanya senyum bahagia yang terlukiskan di wajah mereka yang basah. Hanya kecupan lembut dan kuluman penuh rasa yang mereka padukan mewakili berjuta rasa.
Meski sedikit sulit, mereka berusaha menggerakkan pinggulnya, memacu hasrat yang telah menyatu. Zaenal dan Tutik bercinta sembari berenang, serasa di samudera cinta yang tak bertepi. "Sudah dulu, Nal. Sakit" Ucap Tutik tiba-tiba sembari berdiri melepaskan penis Zaenal dari jepitan vaginanya.
"Benernya enak banget, Tut" Rengek Zaenak sembari menarik tangan Tutik.
"Tapi sakit" Keluh Tutik.
"Emang biasanya gimana?" Tanya Zaenal sembari memeluk tubuh Tutik di dalam air.
"Biasanya... Ih kamu ngomong apa, sih" Sergah isriku yang enggan menjawab.
"Aku baru kali ini kaya gini" Sahut Zaenal.
"Masa?"
"Iya. Berarti pengalaman kamu luar biasa, ya?" Goda Zaenal.
"Idih... Ngomong apaan, sih?" Sergah Tutik dan Zaenal hanya diam saja.
 "Suamiku memang jago banget main ginian"
"Kalah dong aku?"
"Cek. Enggak juga. Dia memang pinter banget soal ginian. Itu sebabnya, dia bisa mengalihkan perasaanku dari kamu"
"Kok akhirnya....?" Tanya Zaenal terputus, tetapi Tutik paham maksudnya.
"Emmm.... Dia nggak nyaman karena diam-diam aku masih suka kamu. Aku nggak bisa lupakan kamu, Nal"
"Aku juga, Tut. Kamu beruntung punya suami yang begitu ngerti. Kalau aku, rasanya nggak mungkin biarkan Tutik disentuh orang" Terang Zaenal.
"Atau jangan-jangan dia memang nggak cinta kamu?" Sambung Zaenal.
"Entahlah. Dia bilang, inilah cara dia menunjukkan cintanya"
"Gila banget, ya? Kadang aku ragu, apakah dia beneran atau... " Sahut Zaenal.
"Enggak, kok. Dia itu beda banget dari kebanyakan orang" Jelas Tutik.
"Udahlah... dingin banget" Sergah Tutik mengakhiri pembicaraan.
"Aduh... Masih pengen lama-lama, nih" Rengek Zaenal menahan tangan Tutik.
"Tapi dingin banget. Lagian, penis kamu sudah lemas, tuh" Sahut Tutik. Zaenalpun bangkit dan membimbing Tutik keluar bak mandi.
Saat Tutik menggosok rambutnya dengan sampo, lelaki itu menyabun tubuh Tutik. Dia memanfaatkan kesempatan meraba-raba tubuh indah Tutik dengan air sabun yang licin. Tutik sempat kegelian, saat jemari lelaki itu menyentuh payudara, perut, dan pantatnya. Wanita itu menyergah saat jemari lelaki itu mulai meraba vaginanya.
Setelah mengguyur sekujur tubuhnya dengan air shower, wanita itu gantian menyabun tubuh Zaenal. Jemari lentiknya menyusuri setiap lekuk tubuh lelaki itu. Zaenal mengerang keenakan saat jemari Tutik mengocok penisnya dengan air sabun, hingga penis itu perlahan menegang kembali.
Zaenal menarik tubuh wanita itu ke hadapannya saat penisnya menegang lebih keras. Lelaki itu berusaha memasukkan lagi penisnya ke vagina Tutik, tetapi ereksinya terlalu lemah. Akhirnya merekapun hanya berpelukan sembari tersenyum penuh arti.
Setelah mengguyur kembali tubuhnya, Tutik keluar kamar mandi sambil berbalut handuk. Dia sudah berganti pakaian saat Zaenak keluar kamar mandi. Saat rabutnya masih basah, Tutik pergi ke dapur menyiapkan makanan. Makanan sudah tersaji rapi di atas meja makan saat Zaenal muncul dan mendaratkan kecupan.